

062
Aspar ( 1943 )
***************************************************************************************************************************
Cahya matahari pagi menusuk
pori-pori awan Formosa
Musim
semi membangunkan taipei pagi sekali
Formosa, kakek tua yang terkucil
Setiap
hari masih sibuk berdandan
Ketika para tetangga
menjauhkan tegur sapa
Sahabat-sahabat lama menyembunyikan wajah
Formosa
tetap merawat taman-taman
Seraya menawarkan etalasenya
Taipei,
hari ini keringatku menetesi jalanmu
Ketika
dengan canggung aku memasuki keakrabanmu
Engkau tegak menunggu dan
bertanya:
Berita-berita dunia apa lagi hari ini
Pelangi
tropikamu masihkah indah
Burung-burungmu masihkah aman
meletakkan sarang?
Sang
kakek berkata:
Lagu
ombak tak pernah diam
Tapi
dalam rohnya kuraih tenteram
Di
pantai yang menyanyikan keluh bumi
Di situ
kebenamkan tiang-tiang rumah
Bila
air pasang
Ombak
bermain-main di sekitarnya
Bila
badai datang
Atap
rumah menepuk-nepuk angin
Kucoba
menyingkap rahasia permusuhan alam
Kucoba
menyingkap rahasia persahabatan alam
Badai
tak menjawab gunung
Ombak
tak menjawab pantai
Kami
melangkah dalam kodrat sendiri-sendiri
Ombak,
Di mana
pantai
Di mana
langit
Di mana
gunung
Di mana
rumahku
Di mana
daun-daun hijau
Di mana
perempuanku
Di mana
anak-anakku
Di mana
para sahabatku
Di mana
rinduku
Di mana
tangisku
Ombak,
Ke arah
mana kau larikan
Diriku
[Back]
[Soneta Nusantara]
-
[Nusantara Sonnets]

Air Minum_C O L D A_ Air Minum